Laman

Senin, 22 April 2013

[Poem] The Crossroad of Destiny

The crossroad of destiny is the step U must take to reach the future.

U can only stand there, and watch, and wait for somebody to come after U, but U have no power to decide what's best for U, and what's best for the people around U.

U can choose one of the ways in front of U. That way, U have the quality to be a leader, first for yourself, then for others, for your life is depend on your choice.

U may choose the wrong path, and feel the remorse, and want to get back. But there's no way back to the past. And for the rest of your journey, U keep look back to the crossroad, and forget the future.

U may choose the wrong path. But if U are smart, U'll find another way to reach your future by keep walking with dignity and confidence, right to the front.

The thing is, THERE'S NO RIGHT PATH! It depends on our choice to MAKE our path right or wrong. And it's our duty to beautify the path we chose with everything worth for us.


By Ika, Dec 2009

(First published on my Facebook page)

[Puisi] Sajak Hujan

(Oleh Indit&Ika)

Kita menari dalam hujan di kota kita yang berlainan
Dalam hujan yang tiap malam mengusir nestapa
Malam begitu dingin, membekukan hatiku
Dalam malam dan dalam hujan
Yang tiada rembulan dan kerlip bintang
Hanya kebekuan yang menggantung tenang
Membawa separuh hatiku yang bergelayut rindu
Dalam relung malam yang pilu
Terbang dalam ciptaan tanpa jiwa nan ngilu
Mencoba menggapai angkasa tanpa kata
Mengamini setiap nafas hujan yang tiada bertepi
Membaurkan nestapa dalam tirai fana
Dan kutarik sepi ke alam mimpi
Hingga lelap mengikuti sampai pagi

(Ditulis dalam keadaan galau oleh dua sahabat yang ada di lain kota saat hujan malam hari XD)

[Poem] Sisters by Choice

Fate binds you to blood
Yet it has no power over your heart

Destiny may play your lifespan
Yet your choices are yours alone

It is the space that spread us apart
Yet you are here when my prayers start

Time has been cruel to us
Yet thousands means will come at last

You are not siblings nor family
Yet you are y sisters by choice

(a poem for my best friends, Indit and Tyas)

[Puisi] Jam Tiga Pagi

Jam tiga pagi
Suara Gemericik air saat bersuci
Ketika mentari masih sembunyi
Dia memulai hari

Jam lima pagi
"Sarapan apa pagi ini?"
Tak usah bertanya, meja makan tertata rapi
Dengan senyum dia meladeni

Sepagian ini
Dia berdandan dengan rapi
Tanpa cela hingga ujung kaki
Demi sesuap nasi

Sepanjang hari
Dikerumuni siswa-siswi
Ada juga tanda tanya tanpa henti
Tapi keluh kesah tak jua terjadi

Siang hari
Anak-anak di rumah tak sabar menanti
Merengek menangis minta dikeloni
Dia pun tersenyum lagi

Sore hari
Bapak minta dibikinkan kopi
Disajikannya pula secuil roti
Sebagai tanda bakti pada Suami

Senja hari
Burungpun enggan bernyanyi
Saatnya makan malam kini
Bapak dan anak-anak minta nambah dua porsi

Malam hari
Tugas kantor masih di laci
Piring kotor belum dicuci
Ah, maka lembur pun dijalani

Jam tiga pagi lagi
Memulai hari yang sama lagi
Ibuku yang perkasa ini
Tetap tegar hingga akhir nanti

(ditulis untuk para ibu dan wanita Indonesia, dalam memperingati Hari Kartini 2013, atas permintaan sahabat saya dr.Wieke Ockvianasari)