Laman

Senin, 22 April 2013

[Puisi] Jam Tiga Pagi

Jam tiga pagi
Suara Gemericik air saat bersuci
Ketika mentari masih sembunyi
Dia memulai hari

Jam lima pagi
"Sarapan apa pagi ini?"
Tak usah bertanya, meja makan tertata rapi
Dengan senyum dia meladeni

Sepagian ini
Dia berdandan dengan rapi
Tanpa cela hingga ujung kaki
Demi sesuap nasi

Sepanjang hari
Dikerumuni siswa-siswi
Ada juga tanda tanya tanpa henti
Tapi keluh kesah tak jua terjadi

Siang hari
Anak-anak di rumah tak sabar menanti
Merengek menangis minta dikeloni
Dia pun tersenyum lagi

Sore hari
Bapak minta dibikinkan kopi
Disajikannya pula secuil roti
Sebagai tanda bakti pada Suami

Senja hari
Burungpun enggan bernyanyi
Saatnya makan malam kini
Bapak dan anak-anak minta nambah dua porsi

Malam hari
Tugas kantor masih di laci
Piring kotor belum dicuci
Ah, maka lembur pun dijalani

Jam tiga pagi lagi
Memulai hari yang sama lagi
Ibuku yang perkasa ini
Tetap tegar hingga akhir nanti

(ditulis untuk para ibu dan wanita Indonesia, dalam memperingati Hari Kartini 2013, atas permintaan sahabat saya dr.Wieke Ockvianasari)

1 komentar: