Jam tiga pagi
Suara Gemericik air saat bersuci
Ketika mentari masih sembunyi
Dia memulai hari
Jam lima pagi
"Sarapan apa pagi ini?"
Tak usah bertanya, meja makan tertata rapi
Dengan senyum dia meladeni
Sepagian ini
Dia berdandan dengan rapi
Tanpa cela hingga ujung kaki
Demi sesuap nasi
Sepanjang hari
Dikerumuni siswa-siswi
Ada juga tanda tanya tanpa henti
Tapi keluh kesah tak jua terjadi
Siang hari
Anak-anak di rumah tak sabar menanti
Merengek menangis minta dikeloni
Dia pun tersenyum lagi
Sore hari
Bapak minta dibikinkan kopi
Disajikannya pula secuil roti
Sebagai tanda bakti pada Suami
Senja hari
Burungpun enggan bernyanyi
Saatnya makan malam kini
Bapak dan anak-anak minta nambah dua porsi
Malam hari
Tugas kantor masih di laci
Piring kotor belum dicuci
Ah, maka lembur pun dijalani
Jam tiga pagi lagi
Memulai hari yang sama lagi
Ibuku yang perkasa ini
Tetap tegar hingga akhir nanti
(ditulis untuk para ibu dan wanita Indonesia, dalam memperingati Hari Kartini 2013, atas permintaan sahabat saya dr.Wieke Ockvianasari)
Ika...
BalasHapus